Guru
profesional adalah guru yang menguasai ilmu pengetahuan yang diajarkan dan ahli
mengajarnya (menyampaikannya). Dengan kata lain guru profesional adalah guru
yang mampu membelajarkan peserta didiknya tentang spiritual, Sikap, pengetahuan
dan ketrampilan yang dikuasainya dengan baik.
Kemajuan
sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya untuk mengubah karakter
generasi penerusnya ke depan. Tanpa figur pendidik, mungkin bangsa besar
seperti Indonesia tidak akan dapat menikmati hasil jerih payah putra-putri
nusantara yang sudah mendorong perkembangan tersebut.
Pencapaian Indonesia hingga saat ini tidak terlepas dari peran guru yang telah membimbing anak muridnya menjadi manusia dewasa dan berperan aktif dalam pembangunan Indonesia
Pencapaian Indonesia hingga saat ini tidak terlepas dari peran guru yang telah membimbing anak muridnya menjadi manusia dewasa dan berperan aktif dalam pembangunan Indonesia
Presiden pertama Republik Indonesia Ir.
Soekarno tentang guru yang dikutip dari buku karangannya, Dibawah Bendera
Revolusi. Guru adalah sebuah profesi yang mulia karena di tangan
merekalah masa depan bangsa ini ditentukan. Guru juga dianggap sebagai pahlawan
pembangunan, karena di tangan mereka akan lahir pahlawan-pahlawan pembangunan
yang kelak mengisi ruang-ruang publik di negeri ini. Guru yang ideal, bukan
sekedar guru yang memenuhi syarat-syarat teknik: seperti pintar, pandai, atau
pakar di bidang ilmu yang dimiliki; melainkan yang jauh lebih penting dari itu
semua, guru harus bisa menempatkan dirinya sebagai agen perubahan Negara kita
tercinta ini. Tugas guru adalah menumbuhkan keingintahuan anak didik dan
mengarahkannya dengan cara yang paling mereka minati. Jika anak didik diberi
rasa aman, dihindarkan dari celaan dan cemoohan, berani berekspresi dan
bereksplorasi secara leluasa, ia akan tumbuh menjadi insan yang penuh dengan
percaya diri dan optimistis.
Seorang guru bisa menjadi pahlawan pembangunan yang memiliki
jiwa juang, memiliki semangat untuk berkorban, dan menjadi pionir bagi kemajuan
masyarakat.
Oleh sebab itu, tugas yang diemban oleh seorang guru tidak ringan, karena guru yang baik tidak hanya memberitahu, menjelaskan atau mendemonstrasikan, tapi juga dapat menginspirasi. Tetapi teorang guru harus mampu memandang perubahan jauh ke depan, dengan demikian guru dapat merencanakan apa yang terbaik untuk anak didiknya.
Seorang guru juga harus dapat mengemban tugasnya sebagai motivator yang mampu memotivasi anak didiknya agar penuh semangat dan siap menghadapi serta menyongsong perubahan hari esok.
Peran seperti inilah yang disebut oleh Presiden Soekarno, sebagai “Guru di dalam arti yang spesial, yakni menjadi pembentuk akal dan jiwa anak-anak.” Yang artinya Guru harus menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. Guru dapat dihormati oleh masyarakat karena kewibawaannya, sehingga masayarakat tidak meragukan figur guru.
Oleh sebab itu, tugas yang diemban oleh seorang guru tidak ringan, karena guru yang baik tidak hanya memberitahu, menjelaskan atau mendemonstrasikan, tapi juga dapat menginspirasi. Tetapi teorang guru harus mampu memandang perubahan jauh ke depan, dengan demikian guru dapat merencanakan apa yang terbaik untuk anak didiknya.
Seorang guru juga harus dapat mengemban tugasnya sebagai motivator yang mampu memotivasi anak didiknya agar penuh semangat dan siap menghadapi serta menyongsong perubahan hari esok.
Peran seperti inilah yang disebut oleh Presiden Soekarno, sebagai “Guru di dalam arti yang spesial, yakni menjadi pembentuk akal dan jiwa anak-anak.” Yang artinya Guru harus menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. Guru dapat dihormati oleh masyarakat karena kewibawaannya, sehingga masayarakat tidak meragukan figur guru.
Tugas guru sebagai suatu profesi,
menuntut kepada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendidik, mengajar, dan melatih
anak didik adalah tugas guru sebagai suatu profesi. Tugas guru sebagai
pendidik, meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada anak didik.
Tugas guru sebagai pengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi kepada anak didik. Tugas guru sebagai pelatih berarti
mengembangkan ketrampilan dan menerapakannya dalam kehidupan demi masa depan
anak didik. Guru juga mempunyai kemampuan, keahlian atau sering disebut dengan
kompetinsi profesional. Kompetensi profesional yang dimaksud tersebut adalah
kemampuan guru untuk menguasai masalah akademik yang sangat berkaitan dengan
pelaksanaan proses belajar mengajar, sehingga kompetensi ini mutlak dimiliki
guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar.
Dan sebagai penghormatan bagi guru pemerintah menetapkan Hari
Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan
dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian
tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Guru di Indonesia
dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa
Hari Guru yang diperingati setiap
tahun pada tanggal 25 November mempunyai dua makna.
1.
Pengakuan terhadap profesionalisme
guru.
2.
Refleksi terhadap apa yang telah
dicapai oleh organisasi guru dan individu guru dalam menjalankan tugasnya,
sekaligus merupakan “antisipasi” terhadap langkah yang harus diambil bagi guru
dan organisasi guru untuk menegaskan prefisionalisme guru ke depan.
Dalam perspektif pedagogis guru
merupakan suatu konsep yang menggambar sosok pribadi mulia yang menjalankan
peran mengajar. Dalam tulisan ini mengajar mempunyai dua arti yaitu
transferring dan transforming. Mengajar dalam arti transferring yaitu
“memindahkan” informasi yang disebut ilmu pengetahuan kepada para siswa yang
diajarnya, sedangkan mengajar dalam arti transforming yaitu menamkan nilai
budaya positif kepada para siswa yang diajarnya. Dalam menjalankan peran kedua,
guru tidak hanya mengajarkan tetapi sekaligus menjadi suri tauladan bagi
siswanya. Kedua peran ini diekspresikan secara puitik dalam lirik Hymne Guru
sebagai berikut:
“Engkau sebagai pelita dalam
kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan”
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan”
“SELAMAT ULANG TAHUN BAPAK DAN IBU GURU UNTUK SEMUA GURU DI
SELURUH INDONESIA, JASAMU TIADA TARA” 25 Nopember 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar